Rabu, 26 September 2012

Pengertian DOS
MS-DOS, singkatan dari Microsoft Disk Operating System, adalah sebuah sistem operasi yang sangat banyak digunakan oleh komputer IBM-PC atau yang kompatibel dengannya. Microsoft membuat MS-DOS sebagai sebuah sistem operasi mainstream, sebelum pada akhirnya menghentikan dukungan MS-DOS secara perlahan ketika mereka membuat sebuah sistem operasi berbasis antarmuka grafis (dikenal juga dengan sebutan GUI) untuk pasar mainstream, yang disebut sebagai Microsoft Windows.
Sejarah DOS
MS-DOS dirilis pertama kali pada tahun 1981, dan seiring dengan waktu, Microsoft pun meluncurkan versi yang lebih baru dari MS-DOS. Tidak kurang hingga delapan kali Microsoft meluncurkan versi-versi baru MS-DOS dari tahun 1981 hingga Microsoft menghentikan dukungan MS-DOS pada tahun 2000. MS-DOS merupakan salah satu kunci keberhasilan Microsoft dalam memproduksi perangkat lunak, dari sebuah perusahaan kecil pembuat bahasa pemrograman saat didirikan hingga menjadi sebuah perusahaan perangkat lunak yang seolah menguasai dunia.
perusahaan pembuat komputer bernama Seattle Computer Products (SCP) yang dikepalai oleh Tim Patterson--yang belakangan direkrut oleh Microsoft untuk mengembangkan DOS--pada tahun 1980 sebagai sebuah perangkat lunak sistem operasi dengan nama Q-DOS (singkatan dari Quick and Dirty Operating System), yang selanjutnya diubah namanya menjadi 86-DOS, karena Q-DOS didesain agar dapat berjalan pada komputer dengan prosesor Intel 8086. Microsoft pun membeli lisensinya dengn harga 50.000 dolar Amerika dari SCP, lalu mengubah namanya menjadi MS-DOS. Selanjutnya, saat IBM hendak meluncurkan komputer pribadi yang disebut dengan IBM PC, Microsoft pun menjual lisensi MS-DOS kepada IBM.
Pendiri
 DOS Sebenarnya dibuat oleh sebuah Perusahaan pembuat komputer, yang bernama Seattle Computer Products (SCP) yang dikepalai oleh Tim Patterson--yang belakangan direkrut oleh Microsoft untuk mengembangkan DOS--pada tahun 1980 sebagai sebuah perangkat lunak Sistem operasi dengan nama Q-DOS (singkatan dari Quick and Dirty Operating System), yang selanjutnya diubah namanya menjadi 86-DOS, karena Q-DOS didesain agar dapat berjalan pada komputer dengan prosesor Intel 8086. Microsoft pun membeli lisensinya dengn Harga 50.000 dolar Amerika dari SCP, lalu mengubah namanya menjadi MS-DOS. Selanjutnya, saat IBM hendak meluncurkan komputer pribadi yang disebut dengan IBM PC, Microsoft pun menjual lisensi MS-DOS kepada IBM.
Kelebihan & Kekurangan
Kekurangan Ms DOS :
    DOS lebih ribet, karena pakai Command Line Interface
    Windows yang sekarang (NT Tech) tidak begitu kompatibel dengan program DOS, sebagai buktinya, kalau kalian menggunakan program DOS tanpa lewat CMD, akan langsung ditutup oleh Windowsnya
Keunggulan program DOS :
    DOS menampilkan program yang lebih "realistis" dibandingkan windows karena beberapa command dari windows itu sendiri mengadaptasi dari DOS (misalkan command virus untuk menyembunyikan attribut)
Kebutuhan minimal hardware
-100% kompatibel IBM Computer - 286 prosesor atau lebih tinggi (486 atau lebih -tinggi direkomendasikan)                                                            
-1,44 MB disk drive                           
-RAM - Minimum RAM 640K untuk Versi-4 Memory Standard MB atau lebih RAM -yang dibutuhkan untuk Versi Extended Memory.
--Minimal 10 MB ruang hard disk
--Printer (24 pin dot matrix, inkjet atau printer laser - laser direkomendasikan) 9-pin dot matrix printer biasanya tidak memberikan hasil yang memuaskan
Langkah-langkah instalisasi
-
-Masukkan disket MS-DOS instalasi pertama ke dalam komputer dan reboot atau menyalakannya. Jika Anda tidak memiliki MS-DOS disket Anda tidak akan dapat menginstal MS-DOS.
-Jika layar setup MS-DOS muncul saat komputer mulai tekan tombol F3 dua kali atau lebih untuk keluar dari setup.
-Setelah di A: \> MS-DOS prompt fdisk jenis dan tekan enter.
-Pada layar fdisk menghapus partisi yang ada saat ini pada komputer dan kemudian menciptakan partisi. Informasi tambahan tentang fdisk, termasuk simulasi fdisk dapat ditemukan pada kami halaman perintah fdisk .
-Setelah partisi baru telah dibuat keluar dari fdisk dan kembali ke A: \> prompt
-Pada prompt ketik Format dan tekan enter.
-    Setelah hard drive telah diformat reboot komputer dengan disket masih dalam drive dan sekali kembali di layar setup dijalankan melalui setup MS-DOS pada komputer.
Langkah-langkah pengguna
komputer Memasukkan disket yang berisikan system DOS pada drive A, setelah itu tutup kunci drive.
- Memasang disket data pada drive B dan menutup kunci drive.
-Menghidupkan CPU (Central Processing Unit).
- Menghidupkan monitor atau screen.
- Menunggu informasi dari komputer, jika proses booting berhasil maka akan muncul proses pengisian tanggal pemakaian
.
- Mengisi waktu:
- Setelah pengisian tanggal dan waktu selesai maka dilayar akan muncul informasi The IBM Personal Computer DOS Version 3.10 Copyright International Business Corp. 1981, 1985 Copyright Microsoft Corp. 1981,1985
Versi DOS diatas mungkin tampak berbeda antara satu komputer dengan yang lain tergantung kapan Anda membeli atau melakukan upgrade. Jangan bingung dengan perbedaan tersebut, karena pada dasarnya setiap versi terdapat buku petunjuk yang bisa Anda pelajari secara detail.


Perintah DOS

Perintah DOS adalah perintah-perintah yang dapat dijalankan di dalam sistem operasi DOS. Dalam sistem operasi DOS, terdapat dua jenis perintah, yakni:
  • Perintah internal (internal command), yakni perintah-perintah yang telah dimasukkan ke dalam Command Prompt (interpreter perintah DOS), sehingga dapat langsung dieksekusi oleh kernel DOS dimana saja.
  • Perintah eksternal (external command), yakni perintah-perintah yang tidak dimasukkan ke dalam Command Prompt, dan membutuhkan sebuah berkas yang dapat dieksekusi (berupa program DOS) yang harus terdapat dalam direktori aktif.

Perintah Dir Pada Dos


Perintah "DIR" berfungsi untuk melihat daftar file/folder yang berada di direktori atau folder tertentu. Sebenarnya perintah DIR mempunyai banyak sekali parameter perintah yang dapat kita gunakan untuk membatasi daftar file/folder yang kita inginkan. Di antaranya, parameter-parameter ini dapat kita gunakan untuk menentukan file, folder atau file dan folder yang ingin kita lihat di direktori/folder tertentu, kemudian menentukan apakah kita akan menampilkan file-file yang hidden atau tidak, kemudian mengurutkan berdasarkan nama, tanggal, ukuran, dan sebagainya. Untuk mengetahui daftar parameter dan cara penggunaannya, ketikkan "DIR /?" kemudian tekan Enter.

1. DIR /a-d,yaitu untuk melihat daftar file saja.
2. DIR /ad, yaitu untuk melihat daftar folder yang ada.

3. DIR /a-dh, yaitu untuk melihat file yang tersembunyi. 
4. DIR /adh, yaitu untuk melihat dafter folder yang tersembunyi
5. DIR /ah. Yaitu untuk melihat daftar file/folder yang tersembunyi

6. DIR/c, yaitu perintah dasar yang digunakan untuk menampilkan file dan directory pada drive C.
7. DIR c:d, yaitu digunakan untuk menampilkan file dan directory padadrive C dan D.
8. DIR /b /s, Yaitu digunakan untuk menampilkan directory dan subdirectory dengan tampilan full path name.
9. DIR /a, Yaitu digunakan untuk menampilkan semua file termasuk file system dan file yang tersembunyi (hidden).
Untuk menampilkan semua file yang ada di drive D gunakan perintah sbb: dir d: /a
10. DIR /os
     Digunakan untuk menampilkan file dan directory dengan urutan mulai dari file yang berukuran paling kecil sampai dengan file yang berukuran paling besar. Untuk membalik urutan  dapat menggunakan perintah: dir /o-s
Anda bisa mengganti parameter s pada perintah di atas dengan:
- n, perintahnya dir /on : mengurutkan berdasarkan nama
- e, perintahnya dir /oe: mengurutkan berdasarkan tipe file
- d, perintahnya dir /od: mengurutkan berdasarkan tanggal
11. DIR /?, yaitu untuk menampilkan help.

12.DIR /P, Yaitu untuk menampilkan nama file per halaman (page).
13.DIR /w, yaitu untuk menampilkan nama file secara mendatar/melebar (wide).
14. DIR /a, yaitu untuk menampilkan semua file terutama file yang dihidden dengan attribute+h.
15. DIR /o, untuk menampilkan file dalam bentuk terurut
      o n berdasarkan nama file (alphabet).
      o e berdasarkan tipe file (extension).
      o S berdasarkan ukuran dari kecil ke yang besar
      o D berdasarkan tanggal dan waktu
      o – untuk mengembalikan instruksi.
16. DIR /s :untuk menampilkan file dan root directory sampai sub-directory.
17. DIR /b, yaitu untuk menampilkan file dan directory perbaris.
18. DIR /l, Yaitu untuk menampilkan file atau directory dalam bentuk huruf kecil.
19. DIR /c, yaitu untuk menampilkan rasio pengkompresan.