Sabtu, 18 Oktober 2014

Cara Memulai Investasi Saham

Tahapan-Tahapan Investasi
 
Investasi merupakan sebuah cara untuk mengembangkan keuangan financial perseorangan atau kelompok dengan memanfaatkan lembaga atau perusahaan yang pada prinsipnya saling menguntungkan antar investor dengan perusahaan. Dengan melakukan investasi yang baik tentunya akan dapat sangat memberikan manfaat dan keuntungan yang sangat luar biasa. Tidak sedikit pula yang bertanya-tanya tentang seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari berinvestasi? Sebenarnya investasi merupakan penghasilan yang tidak dalam waktu sekejap langsung bisa menghasilkan profit yang maksimal, akan tetapi investasi merupakan sebuah cara untuk mengembangkan dana yang dimiliki agar nantinya dalam waktu kedepan dana yang telah di investkan tersebut bisa Anda peroleh profitnya. Berarti disini sudah jelas manfaat yang diperoleh dari berinvestasi akan pasti didapatkan ketika kita tahu bagaimana caranya berinvestasi yang baik dan tentunya hasil dari investasi tersebut adalah profit keuntungan kita di masa mendatang.
Cara berinvestasi yang baik akan menghasilkan keuntungan yang baik pula, jangan pernah beranggapan kalau siapapun berinvestasi pasti akan mendapatkan penghasilan yang besar. Agar investasi dapat menghasilkan profit yang maksimal, berikut ada tahapan-tahapan untuk melakukan investasi yang baik :
  1. Anggaran atau biaya sebagai modal awal untuk investasi
  2. Menentukan jenis bisnis yang Anda ingin berinvestasi
  3. Menilai segala bentuk jenis risiko investasi
  4. Identifikasi aset yang Anda harus mulai investasi
  5. Mengidentifikasi peluang untuk investasi dana pensiun
  6. Menghitung keuntungan atas dana yang telah Anda investasikan
  7. Memperhitungkan waktu untuk mengembalikan modal awal investasi
Dari tujuh tahapan diatas adalah langkah awal sederhana untuk memulai bisnis investasi, dengan cara-cara yang cerdas akan didapat pula hasil yang maksimal sehingga kedepannya tidak ada rasa menyesal ketika nantinya dana yang sudah di investasikan belum maksimal. Karena investasi merupakan sebuah ladang bisnis. Jadi ketika sudah terjun dalam berbisnis berarti sudah memperhitungkan segala resikonya entah itu positif maupun negatifnya. Mungkin jika Anda seorang pemula yang baru memulai berinvestasi biasanya mencari aman agar tidak mengalami kerugian yang begitu besar. Itu sudah wajar karena nantinya ketika Anda sudah bisa merasakan hasil yang cukup signifikan barulah Anda secara otomatis akan berani menginvestkan sebagian dana Anda yang jumlahnya jauh lebih besar dari sebelumnya, tentunya dengan mempunyai beberapa perencanaan dan planning berinvestasi yang tepat.

Tata Cara Investasi Saham Yang Tepat
 
Diantara kita mungkin masih banyak yang belum mengerti bagaimana cara memulai investasi saham / trading saham, terutama bagi anda yang masih pemula / awal yang memiliki keinginan untuk dapat berinvestasi di dalam trading saham. Lalu apa saja yang harus kita persiapkan dalam memulai Investasi Saham?, untuk mengawali investasi saham, anda tinggal menghubungi serta konsultasi dengan sekuritas yang sudah dipilih sesuai dengan keinginan anda. dalam memilih sekuritas biasanya susah-susah gampang seperti memilih pasangan hidup. Carilah sekuritas yang mempunyai reputasi baik. Bisa dimulai dari nilai MKBD yang tinggi. MKBD merupakan kepanjangan dari modal kerja bersih disesuaikan perusahaan, jadi semakin tinggi nilai MKBD nya maka semakin tinggi juga daya tahan perusahaan. Pada dasarnya sekuritas mempunyai produk yang sama, namun yang membedakan hanya pada layanannya. Ada sekuritas yang memberikan fee rendah, ada juga yang memberikan convenient. Ada pula sekuritas yang melengkapi investor dengan sebuah fasilitas online trading, tetapi ada juga yang memanjakan para investor dengan pialang. Dengan pialang ini mempermudah anda dalam mengambil keputusan ketika bertransaksi. Fasilitas online trading sangat membantu bagi investor yang telah akrab dengan gedget. Tetapi untuk investor yang belum lekat dengan gedget dapat trading dengan meminta bantuan broker / pialang. Persaingan fee di antara sekuritas memang bisa menarik hati, tapi perlu diingat beberapa faktor lain selain fee transaksi, seperti berikut :
  • Pilihlah sekuritas yang mempunyai sistem administrasi yang baik, seperti sistem pelaporan serta konfirmasi yang baik.
  • Pilihlah sekuritas yang mempunyai costumer service ramah dan cepat saat menanggapi keluhan dan kritik dari investor.
  • Pilihlah sekuritas yang terbiasa menjadi underwriter / agen penjual saham IPO, serta memiliki manajemen yang kredibel.
  • Pilihlah sekuritas yang selalu memberikan informasi tentang market / saham secara akurat dan berkala
  • Pilihlah sekuritas yang mempunyai fasilitas withdraw dana dan deposit dengan cepat.
  • Pilihlah sekuritas yang memakai rekening bank lokal yang umum dipakai orang banyak
  • Pilihlah sekuritas yang memiliki rekomendasi positif dan baik dari banyak investor.
Kenyamanan dalam bertransaksi menjadi salah satu faktor yang penting dalam Investasi Saham. Hal ini ditentukan oleh hubungan antara personal antara pialang dengan klien. Berhati-hatilah sebab banyak pialang yang hanya memikirkan fee transaksi dan tidak memperhatikan kenyamanan dari kliennya.
Untuk transfer sebagai modal awal sangat bervariasi, mulai dari 5 jt biasanya tergantung dari sekuritas yang anda pilih. Namun jika belum memiliki uang yang cukup bagaimana?, jika memang belum punya modal sebaiknya anda menabung dulu untuk mengumpulkan amunisi yang akan digunakan untuk berinvestasi Saham. Sedikit bersabar dan menunda kesenangan anda untuk belanja, jalan-jalan, simpanlah uang anda untuk modal investasi. Jika memang anda ingin memulai Investasi Saham namun hanya memiliki modal kecil sebaiknya berinvestasi dalam jangka panjang saja serta pilihlah saham dengan sangat selektif.


Sumber :
http://pakarinvestasi.blogdetik.com/tahapan-tahapan-investasi/
http://pakarinvestasi.blogdetik.com/tata-cara-investasi-saham-yang-tepat/

Proses Pengambilan Keputusan oleh Konsumen

Kotler dan Keller (2007a:214) menjelaskan bahwa proses pengambilan keputusan merupakan proses psikologis dasar yang memainkan peranan penting dalam memahami bagaimana konsumen secara aktual mengambil keputusan pembelian. Proses pengambilan keputusan diawali dengan adanya kebutuhan yang berusaha untuk dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini terkait dengan beberapa alternatif sehingga perlu dilakukan evaluasi yang bertujuan untuk memperoleh alternatif terbaik dari persepsi konsumen. Di dalam proses membandingkan ini konsumen memerlukan informasi yang jumlah dan tingkat kepentingannya tergantung dari kebutuhan konsumen serta situasi yang dihadapinya. Keputusan pembelian akan dilakukan dengan menggunakan kaidah menyeimbangkan sisi positif dengan sisi negatif suatu merek (compensatory decision rule) ataupun mencari solusi terbaik dari perspektif konsumen (non-compensatory decision rule), yang setelah konsumsi akan dievaluasi kembali.
Sheth dalam Ma’ruf (2005:14) menyatakan bahwa proses keputusan konsumen bukanlah berakhir dengan pembelian, namun berlanjut hingga pembelian tersebut menjadi pengalaman bagi konsumen dalam menggunakan produk yang dibeli tersebut. Pengalaman itu akan menjadi bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan pembelian di masa depan. 
Kotler (2005a:223) menunjukkan bahwa di antara tahap evaluasi alternatif dan keputusan pembelian terdapat minat membeli awal, yang mengukur kecenderungan pelanggan untuk melakukan suatu tindakan tertentu terhadap produk secara keseluruhan. Para ahli telah merumuskan proses pengambilan keputusan model lima tahap, meliputi:  
1. Pengenalan masalah. Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali masalah atau 
kebutuhan, yang dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal. Rangsangan internal misalnya dorongan memenuhi rasa lapar, haus dan seks yang mencapai ambang batas tertentu. Sedangkan rangsangan eksternal misalnya seseorang melewati toko kue dan melihat roti yang segar dan hangat sehingga terangsang rasa laparnya. 
2. Pencarian informasi. Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Sumber informasi konsumen yaitu:
  • Sumber pribadi: keluarga, teman, tetangga dan kenalan.
  • Sumber komersial: iklan, wiraniaga, agen, kemasan dan penjualan.
  • Sumber publik: media massa dan organisasi penilai konsumen.
  • Sumber pengalaman: penanganan, pemeriksaan dan menggunakan produk. 
3. Evaluasi alternatif. Konsumen memiliki sikap beragam dalam memandang atribut yang relevan dan penting menurut manfaat yang mereka cari. Kumpulan keyakinan atas merek tertentu membentuk citra merek, yang disaring melalui dampak persepsi selektif, distorsi selektif dan ingatan selektif
4. Keputusan pembelian. Dalam tahap evaluasi, para konsumen membentuk preferensi atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. Faktor sikap orang lain dan situasi yang tidak dapat diantisipasi yang dapat mengubah niat pembelian termasuk faktor-faktor penghambat pembelian. Dalam melaksanakan niat pembelian, konsumen dapat membuat lima sub-keputusan pembelian, yaitu: keputusan merek, keputusan pemasok, keputusan kuantitas, keputusan waktu dan keputusan metode pembayaran. 
5. Perilaku pasca pembelian. Para pemasar harus memantau kepuasan pasca pembelian, tindakan pasca pembelian dan pemakaian produk pasca pembelian, yang tujuan utamanya adalah agar konsumen melakukan pembelian ulang.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Terdapat lima faktor internal yang relevan terhadap proses pengambilan keputusan konsumen:
  • Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang  terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
  • Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
  • Integritas (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

MODEL-MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Model Perilaku Pengambilan keputusan.
  • Model Ekonomi yang dikemukakan oleh ahli ekonomi klasik dimana keputusan orang itu rasional, yaitu berusaha mendapatkan keuntungan marginal sama dengan biaya marginal atau untuk memperoleh keuntungan maksimum.
  • Model Manusia Administrasi Dikemukan oleh Herbert A. Simon dimana lebih berprinsip orang tidak menginginkan maksimalisasi tetapi cukup keuntungan yang memuaskan.
  • Model Manusia Mobicentrik Dikemukakan oleh Jennings, dimana perubahan merupakan nilai utama sehingga orang harus selalu bergerak bebas mengambil keputusan
  • Model Manusia Organisasi Dikemukakan oleh W.F. Whyte, model ini lebih mengedepankan sifat setia dan penuh kerjasama dalam pengambilan keputusan
  • Model Pengusaha Baru Dikemukakan oleh Wright Mills menekankan pada sifat kompetitif
  • Model Sosial Dikemukakan oleh Freud Veblen dimana menurutnya orang sering tidak rasional dalam mengambil keputusan diliputi perasaan emosi dan situsai dibawah sadar.
Model Preskriptif dan Deskriptif
Fisher mengemukakan bahwa pada hakekatnya ada 2 model pengambilan keputusan, yaitu:
  • Model Preskriptif Pemberian resep perbaikan, model ini menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan.
  • Model Deskriptif Model ini menerangkan bagaimana kelompok mengambil keputusan tertentu.
  • Model preskriptif berdasarkan pada proses yang ideal sedangkan model deskriptif berdasarkan pada realitas observasi
Disamping model-model diatas (model linier) terdapat pula model Spiral dimana satu anggota mengemukakan konsep dan anggota lain mengadakan reaksi setuju tidak setuju kemudian dikembangkan lebih lanjut atau dilakukan “revisi” dan seterusnya.

TIPE-TIPE PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Para ahli telah merumuskan proses pengambilan keputusan model lima tahap, meliputi:
  • Pengenalan masalah.
Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali masalah atau kebutuhan, yang dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal. Rangsangan internal misalnya dorongan memenuhi rasa lapar, haus dan seks yang mencapai ambang batas tertentu. Sedangkan rangsangan eksternal misalnya seseorang melewati toko kue dan melihat roti yang segar dan hangat sehingga terangsang rasa laparnya.
  • Pencarian informasi.
Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Sumber informasi konsumen yaitu:
Sumber pribadi: keluarga, teman, tetangga dan kenalan.
Sumber komersial: iklan, wiraniaga, agen, kemasan dan penjualan.
Sumber publik: media massa dan organisasi penilai konsumen.
Sumber pengalaman: penanganan, pemeriksaan dan menggunakan produk.
  • Evaluasi alternatif.
Konsumen memiliki sikap beragam dalam memandang atribut yang relevan dan penting menurut manfaat yang mereka cari. Kumpulan keyakinan atas merek tertentu membentuk citra merek, yang disaring melalui dampak persepsi selektif, distorsi selektif dan ingatan selektif.
  • Keputusan pembelian.
Dalam tahap evaluasi, para konsumen membentuk preferensi atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. Faktor sikap orang lain dan situasi yang tidak dapat diantisipasi yang dapat mengubah niat pembelian termasuk faktor-faktor penghambat pembelian. Dalam melaksanakan niat pembelian, konsumen dapat membuat lima sub-keputusan pembelian, yaitu: keputusan merek, keputusan pemasok, keputusan kuantitas, keputusan waktu dan keputusan metode pembayaran.
  • Perilaku pasca pembelian.
Para pemasar harus memantau kepuasan pasca pembelian, tindakan pasca pembelian dan pemakaian produk pasca pembelian, yang tujuan utamanya adalah agar konsumen melakukan pembelian ulang.
Untuk lebih jelasnya, proses pengambilan keputusan konsumen model lima tahap tersebut disajikan dalam gambar di bawah ini :





CONTOH KASUS PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN

Seorang A yang sudah berumah tangga membutuhkan cairan dalam tubuh untuk sehari – hari atau air minum mineral untuk di minumnya. Saat itu ia langsung mencari informasi dari orang – orang terdekatnya untuk menentukan air minum yang akan ia konsumsi setiap harinya. Setelah A mendapat cukup banyak informasi merek, kualitas, harga, lokasi pendapatan produk tersebut maka A mengevaluasi terhadap pilihannya dengan cermat untuk mendapatkan air minum yang baik untuk dirinya dan keluarga.Setelah mengevaluasi berbagai macam merek maka A menjatuhkan pilihan pada produk air minum aqua yang di produksi oleh Danone yang sudah lama ada dan sangat di kenal masyarakat dan di gemari masyarakat karena aqua di ambil dari sumber mata air terpercaya dan jernih melalui tahap proses beberapa kali penyaringan sehingga sangat aman dan terjamin untuk di konsumsi setiap hari dalam pengganti cairan tubuh. Tidak sedikit orang memilih air minum aqua karena terjamin untuk kesehatannya dan mudah di dapatkan. Setelah A dan keluarga mencobanya beberapa bulan ternyata benar aqua terjamin bersih ,jernih dan mudah di dapat.

SUMBER :
Kotler & Keller, Kevin L. 2007a, Manajemen Pemasaran ( Jilid 1 ), Cetakan Kedua, Indeks, Jakarta
http://retno9293.blogspot.com/2013/01/proses-pengambilan-keputusan-konsumen.html
http://fifi0406.blogspot.com/2012/10/bab-3-proses-pengambilan-keputusan-oleh.html
http://www.zoeldhan-infomanajemen.com/2013/02/tahapan-proses-pengambilan-keputusan.html
http://liarahmadanii.blogspot.com/2013/10/proses-pengambilan-keputusan-konsumen.html

SEGMENTASI PASAR & ANALISIS DEMOGRAFI

SEGMENTASI PASAR
Menurut Gitosudarno, 2008, segmentasi pasar adalah usaha untuk mengelompokkan pasar, dari pasar yang bersifat heterogen menjadi bagian-bagian pasar yang memiliki sifat yang homogen. Segmentasi pasar diperlukan agar para pengusaha lebih terarah dalam menjalankan bisnisnya. Mereka dapat menentukan untuk menginvestasikan uang mereka ke pasar yang lebih potensial atau menentukan produksi perusahaan yang mampu memenuhi permintaan pasar.
Diantara segmen pasar yang ada, terdapat segmen yang menarik (attractive segment) yaitu segmen pasar yang belum terlayani, atau sudah terlayani tetapi kurang baik. Disamping memperhatikan segmen pasar yang menarik tersebut, masih ada faktor-faktor yang harus dipertimbangkan untuk menunjang usaha segmentasi secara efektif. Faktor-faktor tersebut adalah:
1. Measurability
Yaitu tersedianya tingkat informasi mengenai sifat-sifat pemtieli, sejauh mana syarat-syarat tersebut dapat diukur, baik secara kualaatif maupun secara kualitatif.
2. Accessbility
Yaitu tingkat dimana perusahaan itu secara efektif memusatkan usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
3. Substantiality
Dimana segmen yang dipilih tersebut cukup luas bagi pemasaran tersendiri, sehingga mendatangkan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.
4. Actionability
Yaitu sejauh apa program yang efektif dapat dirancang untuk menarik dan melayani segmen-segmen tersebut.
Pengusaha berusaha membagi dan mengelompokkan konsumen sesuai dengan sifatnya sehingga mereka bisa memperlakukan konsumen dengan service yang berbeda-beda. Untuk menentukan segmentasi terdapat variabel-variabel yang perlu diperhatikan.
Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
1.Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
2. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
3. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.

ANALISIS DEMOGRAFI
Demografi adalah informasi yang mudah dijangkau dan relatif lebih murah untuk mengidentifikasikan target market, informasi demografi memberikan insight tentang trend yang sedang terjadi, meski tidak dapat untuk meramalkan perilaku konsumen, demografi dapat dilihat untuk melihat perubahan permintaan aneka produk dan yang terakhir demografi dapat digunakan untuk mengevaluasi kampanye-kampanye pemasaran.
Ketika kita membicarakan tentang demografi dalam perilaku konsumen ketika itu juga kita tau ada beberapa aspek didalamnya yaitu : struktur kependudukan,sosial,ekonomi dan status.
Berikut penjabaran beberapa aspek itu :
a) Demografi dalam struktur kependudukan mencangkup perilaku konsumen
Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan.
Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu.
A. Definisi :
Demografi berasal dari Bahasa Yunani Demos : Rakyat , Grafein : Menulis, Demografi = tulisan tulisan tentang rakyat/penduduk ( ilmu kependudukan)
1. Menurut Donald J Boque :
Ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik tentang besar, komposisi dan distribusi penduduk beserta perubahannya sepanjang masa, melalui bekerjanya lima komponen demografi yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial.
2. Philip M. Hauser dan Duddley Duncan
Ilmu yg mempelajari jumlah, sebaran teritorial, dan komposisi penduduk; serta perubahan penduduk karena fertilitas, mortalitas, migrasi, dan mobilitas social.
3. Lain-lain
Ilmu yg mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah
B. Variabel utama demografi
Kelahiran (natalitas), Kematian (death/mortalitas), Migrasi (perpindahan)
b) Demografi dalam kelas social dalam perilaku konsumen
Kelas sosial didefinisikan sebagai pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki status kelas yang berbeda sehingga para anggota setiap kelas secara relatif mempunyai status yang sama`dan para anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Kategori kelas sosial biasanya disusun dalam hierarki, yang berkisar dari status yang rendah sampai yang tinggi. Dengan demikian, para anggota kelas sosial tertentu merasa para anggota kelas sosial lainnya mempunyai status yang lebih tinggi maupun lebih rendah dari pada mereka.
Aspek hierarkis kelas sosial penting bagi para pemasar. Para konsumen membeli berbagai produk tertentu karena produk-produk ini disukai oleh anggota kelas sosial mereka sendiri maupun kelas yang lebih tinggi, dan para konsumen mungkin menghindari berbagai produk lain karena mereka merasa produk-produk tersebut adalah produk-produk “kelas yang lebih rendah”.
Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial tercakup dalam berbagai kategori yang luas berikut ini: ukuran subjektif, ukuran reputasi, dan ukuran objektif dari kelas sosial.
Peneliti konsumen telah menemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial, ada faktor-faktor gaya hidup tertentu (kepercayaan, sikap, kegiatan, dan perilaku bersama) yang cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya.
c) Demografi dalam ekonomi mencangkup perilaku konsumen
Gaya Hidup
Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang dan energi dan merefleksikan nilai-nilai, rasa, dan kesukaan. Gaya hidup adalah bagaimana seseorang menjalankan apa yang menjadi konsep dirinya yang ditentukan oleh karakteristik individu yang terbangun dan terbentuk sejak lahir dan seiring dengan berlangsungnya interaksi sosial selama mereka menjalani siklus kehidupan.
Konsep gaya hidup konsumen sedikit berbeda dari kepribadian. Gaya hidup terkait dengan bagaimana seseorang hidup, bagaimana menggunakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu mereka. Kepribadian menggambarkan konsumen lebih kepada perspektif internal, yang memperlihatkan karakteristik pola berpikir, perasaan dan persepsi mereka terhadap sesuatu.
Gaya hidup yang diinginkan oleh seseorang mempengaruhi perilaku pembelian yang ada dalam dirinya, dan selanjutnya akan mempengaruhi atau bahkan mengubah gaya hidup individu tersebut.
Berbagai faktor dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang diantaranya demografi, kepribadian, kelas sosial, daur hidup dalam rumah tangga. Kasali (1998) menyampaikan beberapa perubahan demografi Indonesia di masa depan, yaitu penduduk akan lebih terkonsentrasi di perkotaan, usia akan semakin tua, melemahnya pertumbuhan penduduk, berkurangnya orang muda, jumlah anggota keluarga berkurang, pria akan lebih banyak, semakin banyak wanita yang bekerja, penghasilan keluarga meningkat, orang kaya bertambah banyak, dan pulau Jawa tetap terpadat.
d) Demografi dalam status sosial mencangkup perilaku konsumen
Jenis-Jenis Status Sosial
1.Ascribed Status
Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.
2. Achieved Status
Achieved status adalah status sosial yang didapat sesorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dll.
3. Assigned Status
Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.
Sumber :
http://putri87mardiati.blogspot.com/2013/10/segmentasi-pasar-dan-analisis-demografi.html

Jumat, 17 Oktober 2014

Pentingnya Belajar Bahasa Inggris

           Kurikulum di negara kita telah mengajarkan bahasa ingris mulai dari sekolah dasar. bahkan ada yang sudah belajar dari taman kanak-kanak dibeberapa lembaga. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa inggris pelajar sudah tidak diragukan lagi karena telah dididik sejak dini. Namun sayang, kenyataan tidak sesuai dengan lamanya proses pembelajaran. Masih banyak pelajar yang belum menguasai bahasa inggris bahkan yang sudah kuliah pun belum masih sangat buruk kemampuannya.

          Masalah yang dihadapi terhadap metode pembelajaran selama ini adalah karena pelajar tidak menemukan alasan jelas dan jangka panjang untuk mempelajarinya. Pelajar hanya mengetahui bahwa belajar bahasa inggris dengan baik dikelas untuk mendapatkan skor yang baik.
Di era globalisasi ini bahasa Inggris sebagai bahasa international sangat penting untuk dipelajari.  Terutama untuk menghadapi pasar bebas asean pada tahun 2015 nanti. Dimana akses perdagangan terbuka lebar untuk berbagai negara memasuki pasar Indonesia dan sebaliknya. Ini merupakan salah satu alasan kenapa harus mempelajari bahasa Inggris dan alasan lainnya adalah sebagai berikut :

  • Bahasa inggris sebagai bahasa international
  • Persyaratan untuk menempuh pendidikan ke luar negeri
  • Persyaratan untuk memasuki dunia kerja, khususnya perusahaan internasional
  • Buku-buku dengan kualitas terbaik didunia kebanyakan ditulis dalam bahasa inggris
  • Orang-orang besar yang sukses bisa berbahasa inggris
  • Memperluas relasi

          Berdasarkan alasan-alasan tidak kita mengetahui betapa pentingnya mempelajari bahasa inggris. Dengan kemampuan menguasai bahasa inggris, kita dapat membuka akses untuk meraih mimpi. Jadi, mulai temukan alasan untuk belajar bahasa inggris. Karena yang membedakan antara orang sukses dan yang belum sukses-sukses adalah alasannya. Jika kita sudah menemukan alasan kuat, kita pasti dapat bersungguh-sungguh untuk mendapatkan.