Sabtu, 22 Agustus 2015

“10:20, Antara Gengsi dan Tantangan”

             
                Bogor, 15 Agustus 2015 keamanahan, kesungguhan, kesabaran, dan keikhlasan seseorang terlihat. Pagi itu, di Sekolah Alam Bambu Item kami yang disatukan dalam ikatan persaudaraan Islam saling menunggu saudara-saudarinya agar utuh dan kuat ikatannya. Kami berdatangan ke tempat yang sebelumnya belum pernah kami datangi. Ntah karena kewajiban atau keinginan menuntut ilmu kaki itu mampu berjalan kesana dari gelapnya pagi hingga muncul kepermukaan cahaya mentari. Dari tempat itu senang atau tidak senang, semuanya penuh dengan pengalaman yang luar biasa yang akan tertanam dan terkenang didalam hati bagi setiap jiwa yang mau melangkah.

             16 Agustus 2015, hari kedua dan hari terakhir kesempatanku dalam mengambil banyak pelajaran ditempat tersebut. Pelajaran yang terakhir adalah tentang bagaimana mengelola antara kebutuhan dan keinginan. Minggu pagi itu, kami semua dikumpulkan dihalaman sekolah alam bambu item. Ka Mufid selaku MT menyampaikan bahwa kami para calon Badan Pengurus Harian (BPH) Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma, mendapatkan tantangan yang berkatan dengan kebutuhan dan keinginan.

             09.20 Minggu, 16 Agustus 2015, kami diberikan tantangan untuk mendapatkan uang disekitar  daerah sekolah alam berapapun jumlahnya tanpa uang sepersen pun yang kami punya. Tantangan tersebut diberikan waktu 1 jam hingga pukul 10:20. Dari 24 CBPH kami dibuat 8 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 3 orang. Kami tidak diizinkan untuk membantu yang lainnya mendapatkan uang kecuali diri sendiri sudah mendapatkan uang. Kami juga tidak diizinkan memasuki sekolah alam sebelum kelompoknya lengkap.

                  Tepat pukul 09.20, kami keluar dari sekolah alam untuk menyelesaikan tantanan tersebut. Kami semua terdiam dalam pencarian tersebut sambil berfikir “Apa yang harus aku lakukan dan di mana tempatnya ?”. Mungkin, hampir semua dari kami memikirkan hal tersebut. Saat pertama kali keluar dari sekolah alam, aku melihat seorang nenek sedang menurunkan barang dagangannya, spontan aku menghampiri dan berfikir untuk membantunya, namun nenek itu masih merasa bingung dengan tawaran yang aku berikan dan menolak tawaranku. Aku pun bergegas mencari jalan lain untuk mendapatkan uang. Ketika jalan ada seorang bapak-bapak sedang memindahkan pasir ke mobil, terlintas dalam pikiran “Haruskah bekerja keras dengan memindahkan pasir?” lalu pikiranku menjawab lagi “Jump of the box, seorang ekonom punya banyak cara untuk mendapatkan uang”. Akhirnya, pekerja itu pun aku lewati begitu saja. Aku melihat saudaraku yang lain masih berjalan pada jalan yang mereka cari tanpa ada kepastian. Lalu aku melihat seorang ibu-ibu sedang menjemur pakaian, aku pun langsung menghampiri ibu tersebut dan menawarkan pekerjaan kepada beliau. Namun, sayangnya ibu itu baru saja rapih dari semua pekerjaan rumahnya.

            Akhirnya aku melihat sebuah toko sembako, aku berfikir untuk menjual makanan dan minuman yang ada ditoko tersebut dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi sebagai keuntungannya. Ku hampiri toko tersebut dan menjelaskan maksudku, tapi sayang orang yang menjaga toko tersebut bukanlah pemilik tokonya. Pemilik tokonya sedang berbelanja ke pasar dan tak ada waktu lagi bagiku untuk menunggunya kembali dari pasar. 3 hal telah aku tempuh dengan berbagai penolakan, namun masih ada satu toko lagi disana. Akhirnya di toko terakhir tersebut, aku bisa menjual makanan dan minuman darinya. Aku menawari daganganku semua orang, mulai dari kumpulan para pemancing, orang yang sedang berbelanja ditoko, penjaga toko, hingga ke pejalan kaki.

                Penolakan dan penerimaan ku dapati semua dihari itu, hingga hasil yang ku terima dari 0 menjadi 32.500. Uang tersebut InsyaAllaah akan disalurkan untuk dana sosial. Alhamdulillah, Allaah selalu punya cara terbaik untuk mendidik hambanya melalui keluarga SEF. Dari tantangan tersebut, banyak sekali pelajaran yang bisa diambil. 

                 Hidup adalah tentang bagaimana kita memenuhi kebutuhan dan keinginan. Namun, hidup bukan hanya tentang pemenuhan kebutuhan dan keinginan saja. Tetapi juga tentang bagaimana memenuhinya dengan cara seefektif dan seefisien mungkin. Dengan tantangan tersebut yang aku sebut tantangan 10:20, aku menyadari bahwa kita harus banyak bersyukur dan berterima kasih kepada Allah dan orang-orang yang telah berkerja keras untuk kehidupan kita. Semoga Allaah menjadikan kita semua hambanya yang pandai bersyukur. Aamiin

Alhamdulillaah, Jazakumullah Khayraan keluarga surgaku Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma, atas pelajaran tentang hidup, atas setiap ilmu dan didikannya yang mungkin tak terbalas olehku. Semoga Allaah membalas kebaikan kalian dan meninggikan derajat kalian. Aamiin  

Kamis, 04 Juni 2015

Manusia sebagai mahluk sosial “pendidikan keluarga dan sekolah”

Manusia, sebagai mahluk sosial sudah fitrahnya selalu berdampingan dengan satu orang dan orang lainnya. Dunia ini terlalu luas, kebutuhan banyak, dan keinginan tidak terbatas. Dalam pemenuhan semua itu, tidak mungkin satu orang menghadapi semuanya. Manusia pun tidak mungkin akan berkembang jika ia hanya hidup untuk dirinya sendiri. Ia harus mengenal manusia lainnya berbeda jenis, dan mulai mengikat diri dengan orang lain.
Sosial identik dengan kehidupan orang banyak. Orang banyak berarti banyak karakter, kebudayaan, status, jabatan dan keahlian. Menghadapi banyak orang juga memerlukan kemampuan tersendiri, agar perasaan tidak selalu bersinggungan. Agar kehidupan sosial berjalan dengan teratur dan nyaman, maka didalamnya dibuat sebuah kelompok. Dalam kelompok tersebut di tentukan siapa yang akan memimpin, menentukan aturan agar kelompok dapat berjalan dengan baik. Dalam penentuan ketua kelompok juga harus dibutuhkan metode tersendiri agar satu orang dengan orang lainnya tidak merasa dirugikan atau merasa tidak adil atas keputusan tersebut. Salah satu cara memilih pemimpin dalam sebuah kelompok adalah dengan menentukan bersama-sama mulai dari menentukan indikator apa saja yang diperlukan untuk sosok pemimpin.


Sosial juga berarti tentang bagaimana kita saling berhubungan antara satu orang dengan orang lainnya, setelah adanya aturan agar berjalan dengan teratur dan baik. Dibutuhkan juga rasa simpati dan empati didalam masyarakat. Agar setiap orang dalam kelompok masyarakat merasa saling kenal, dihargai, dan mampu meringankan beban orang lain atau beban bersama secara bersama-sama. Berkaitan dengan kesulitan dalam masyarakat, rasa simpati dan empati sangat memliki peran yang besar. Aksi solidaritas dan bakti sosial sangat membantu mengurangi beban yang ditanggung oleh suatu masyarakat. Bahkan, pemerintah telah mewajibkan kepada seluruh perusahaan besar yang ada di Indonesia untuk melakukan CSR (Coorporate Sosial Responsibiliy). CSR yang dilakukan oleh perusahaan pun bermacam-macam bentuknya ada yang langsung berupa bakti sosial, ada juga yang terhadap lingkungan seperti gerakan seribu pohon.


Sekolah, dalam melaksanakan tugasnya tergolong pada lembaga pendidikan formal merupakan tempat berlangsungnya proses belajar untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sisem pendidikan nasional pembelajaran disekolah hendaknya memiliki fungsi dan tujuan yang mengacu pada pendidikan nasional. Dalam kaitan ini sekolah hendaknya berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dalam hubungannya dengan pendidikan, lingkungan keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertana dan utama, berlangsung secara wajar dan informal, serta lebih dominan melalui media permainan. Keluarga merupakan dunia anak yang pertama yang memberikan sumbangan mental dan fisik terhadapnya. Dalam keluarga anak lambat laun membentuk konsepsi tentang pribadinya baik tepat maupun kurang tepat. Melalui interaksi dalam keluarga, anak tidak hanya mengidentifikasi dirinya denga kehidupan masyarakat dan alam sekitarnya. Fungsi sosialisasi menunjukkan peran keluarga dalm membentuk kepribadian anak. Pola asuh yang dilaksanakan dalam keluarga sangat berperan dalam pembentukan pribadi anak. Dalam menentukan pola asuh, harus dilandasi oleh kasi sayang yang merupakan alat pendidkan, sehimgga potensi anak dapat berkembang sewajarnya. Pola asuh yang digunakan dalam keluarga juga harus memperhatikan perkembangan anak itu sendiri.

Jumat, 17 April 2015

FAKTA MERUPAKAN UNSUR DASAR DARI PENALARAN ILMIAH


Pengertian Penalaran
Menurut Minto Rahayu, (2007 : 35), “Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan yang bersifat ilmiah dan tidak ilmiah. Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktifitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusia bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi”.
Penalaran adalah proses pemikiran untuk memperoleh kesimpulan yang logis berdasarkan fakta yang relevan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses penafsiran fakta sebagai dasar untuk menarik kesimpulan.

Prinsip dan unsure penalaran Penulisan ilmiah
Mengemukakan dan membahas fakta secara logis dan sistematis dengan bahasa yang baik dan benar. Ini berarti bahwa untuk menulis penulisan ilmiah diperlukan kemampuan menalar secara ilmiah.
Melalui proses penalaran, kita dapat samapai pada kesimpulan yang berupa asumsi, hipotesis atau teori. Penalaran disini adalah proses pemikiran untuk memperoleh kesimpulan yang logis berdasarkan fakta yang relevan.
Dengan kata lain, penalaran adalah proses penafsiran fakta sebagai dasar untuk menarik kesimpulan.

Jenis Penalaran Menurut prosesnya, penalaran dibedakan menjadi dua.
 a. Penalaran induktif secara formal dapat dikatakan bahwa induksi adalah proses penalaran untuk sampai pada suatu keputusan, prinsip, atau sikap yang bersifat umum dan khusus, berdasarkan pengamatan atas hal-hal yang khusus.
Proses induksi dapat dibedakan: 
1) Generalisasi, ialah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas jumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa. 
2) Analogi, adalah suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat esensial yang bersamaan.
 3) Hubungan sebab akibat, Penalaran dari sebab ke akibat mulai dari pengamatan terhadap suatu sebab yang diketahui. Berdasarkan itu, kita menarik kesimpulan mengenai akibat yang mungkin ditimbulkan.
b. Penalaran deduktif didasarkan atas prinsip, hukum, atau teori yang berlaku umum tentang suatu hal atau gejala. Berdasarkan prinsip umum itu,ditarik kesimpulan tentang sesuatu yang khusus, yang merupakan bagiuan dari hal atau gejala itu. jadi, penalaran deduktif bergerak dari hal atau gejala yang umum menuju pada gejala yang khusus.

Pengertian Fakta
Penalaran disini adalah proses pemikiran untuk memperoleh kesimpulan yang logis berdasarkan fakta yang relevan. Prinsip dan unsur penalaran. Penulisan ilmiah mengemukakan dan membahas fakta secara logis dan sistematis dengan bahasa yang baik dan benar. Ini berarti bahwa untuk menulis penulisan ilmiah diperlukan kemampuan menalar secara ilmiah. Agar dapat menalar dengan tepat, perlu kita memiliki pengetahuan tentang fakta yang berhubungan. Jumlah fakta tak terbatas, sifatnya pun beraneka ragam. Oleh sebab itu, sebagai unsur dasar dalam penalaran ilmiah, kita harus mengetahui apa pengertian dari fakta.
Selain itu, kita dapat menggolong-golongkan sejumlah fakta ke dalam bagian-bagian dengan jumlah anggota yang sama banyaknya. Proses seperti itu disebut pembagian, namun pembagian di sini memiliki taraf yang lebih tinggi dan disebut klasifikasi.

1.      Klasifikasi
Membuat klasifikasi mengenai sejumlah fakta, berarti memasukkan atau menempatkan fakta-fakta ke dalam suatu hubungan logis berdasarkan suatu sistem. Suatu klasifikasi akan berhenti, tidak dapat diteruskan lagi jika sudah sampai kepada individu yang tidak dapat merupakan spesies atau dengan kata lain jenis individu tidak dapat diklasifikasikan lebih lanjut meskipun dapat dimasukkan ke dalam suatu spesies. Contohnya, "Dani adalah manusia", tetapi tidak "Manusia adalah Dani" karena Dani adalah individu dan bersifat unik.

Perlu diingat bahwa klasifikasi atau penggolongan (pengelompokkan) berbeda dengan pembagian. Pembagian lebih bersifat kuantitatif, tanpa suatu kriteria atau ciri penentu. Tetapi klasifikasi didasarkan terhadap ciri-ciri atau kriteria yang ada dari fakta-fakta yang diteliti.

2.      Jenis Klasifikasi
Klasifikasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
  • Klasifikasi sederhana, suatu kelas hanya mempunyai dua kelas bawahan yang berciri positif dan negatif. Klasifikasi seperti itu disebut juga klasifikasi dikotomis (dichotomous classification dichotomy).
  • Klasifikasi kompleks, suatu kelas mencakup lebih dari dua kelas bawahan. Dalam klasifikasi ini tidak boleh ada ciri negatif; artinya, suatu kelas tidak dikelompokkan berdasarkan ada tidaknya suatu ciri.

3.      Persyaratan Klasifikasi
Klasifikasi harus dilakukan dengan memperhatikan beberapa persyaratan:
  • Prinsipnya harus jelas. Prinsip ini merupakan dasar atau patokan untuk membuat klasifikasi, berupa ciri yang menonjol yang dapat mencakup semua fakta atau benda (gejala) yang diklasifikasikan.
  • Klasifikasi harus logic dan ajek (konsisten). Artinya, prinsip-prinsip itu harus diterapkan secara menyeluruh kepada kelas bawahannya.
  • Klasifikasi harus bersikap lengkap, menyeluruh. Artinya, dasar pengelompokkan yang dipergunakan harus dikenakan kepada semua anggota kelompok tanpa kecuali.
Pengertian Penulisan Ilmiah
Penulisan ilmiah adalah penulisan hasil berpikir ilmiah yang di dalamnya mencerminkan ciri ilmu pengetahuan.
Ciri Penulisan Ilmiah
a. Isi mencerminkan hakikat ilmu pengetahuan/objek ilmu tertentu
b. Mengandung teori/semacam kerangka berpikir
c. Ada metodenya (cara mencari dan menemukan kebenaran)
d. Mengandung penalaran.

Keterkaitan Penalaran dalam Proses Penulisan Ilmiah
Suatu karangan sesederhana apapun akan mencerminkan kualitas penalaran seseorang. Penalaran itu akan tampak dalam pola pikir penyusunan karangan itu sendiri. Penalaran dalam suatu karangan ilmiah mencakup 5 aspek/matra. Kelima aspek tersebut adalah:
a. Aspek keterkaitan adalah hubungan antar bagian yang satu dengan yang lain dalam suatu karangan. Artinya, bagian-bagian dalam karangan ilmiah harus berkaitan satu sama lain. Pada pendahuluan misalnya, antara latar belakang masalah – rumusan masalah – tujuan – dan manfaat harus berkaitan. Rumusan masalah juga harus berkaitan dengan bagian landasan teori, harus berkaitan dengan pembahasan, dan harus berkaitan juga dengan kesimpulan.

b. Aspek urutan adalah pola urutan tentang suatru yang harus didahulukan/ditampilkan kemudian (dari hal yang paling mendasar ke hal yang bersifat pengembangan). Suatu karangan ilmiah harus mengikuti urutan pola pikir tertentu.Pada bagian Pendahuluan, dipaparkan dasar-dasar berpikir secara umum. Landasan teori merupakan paparan kerangka analisis yang akan dipakai untuk membahas. Baru setelah itu persoalan dibahas secara detail dan lengkap. Di akhir pembahasan disajikan kesimpulan atas pembahasan sekaligus sebagai penutup karangan ilmiah.

c. Aspek argumentasi yaitu bagaimana hubungan bagian yang menyatakan fakta, analisis terhadap fakta, pembuktian suatu pernyataan, dan kesimpulan dari hal yang telah dibuktikan. Hampir sebagian besar isi karangan ilmiah menyajikan argumen-argumen mengapa masalah tersebut perlu dibahas (pendahuluan), pendapat-pendapat/temuan-temuan dalam analisis harus memuat argumen-argumen yang lengkap dan mendalam.

d. Aspek teknik penyusunan yaitu bagaimana pola penyusunan yang dipakai, apakah digunakan secara konsisten. Karangan ilmiah harus disusun dengan pola penyusunan tertentu, dan teknik ini bersifat baku dan universal.Untuk itu pemahaman terhadap teknik penyusunan karangan ilmiah merupakan syarat multak yang harus dipenuhi jika orang akan menyusun karangan ilmiah.

e. Aspek bahasa yaitu bagaimana penggunaan bahasa dalam karangan tersebut? baik dan benar? Baku? Karangan ilmiah disusun dengan bahasa yang baik, benar dan ilmiah. Penggunaan bahasa yang tidak tepat justru akan mengurangi kadar keilmiahan suatu karya sastra lebih-lebih untuk karangan ilmiah akademis.

Beberapa ciri bahasa ilmiah: kalimat pasif, sebisa mungkin menghindari kata ganti diri (saya, kami, kita), susunan kalimat efektif/hindari kalimat-kalimat dengan klausa-klausa yang panjang.

Sumber :

Jumat, 27 Maret 2015

Margo City, Tempat Asik di Akhir Pekan


              Margonda, merupakan pusat dari kota Depok yang terkenal dengan buah belimbingnya atau dikenal sebagai Cyber City. Kota yang terdapat berbagai universitas ini, selalu ramai oleh para pelajar khususnya mahasiswa. Sepanjang jalan margonda, sisi kiri dan kanan jalan dipenuhi oleh berbagai macam toko, mulai dari makanan, hiburan, sampai dengan fashion. 
          Salah satu objek yang menarik yang ada di Margonda adalah adanya 2 Mall yang saling berhadapan, yaitu Margo city dan Depok Town Square. Jika kedua Mall tersebut dibandingkan, maka yang pertama kali terbesit dalam pikiran adalah Kualitas, Harga, dan kelengkapannya. Meski sesungguhnya kedua Mall tersebut saling melengkapi.
         Margo City, salah satu bagian yang menjadi keunikannya adalah design Mallnya yang menjulang tinggi hingga dari kejauhan pun dapat terlihat dengan jelas.  Selain itu, ada bangunan tua yang dimanfaatkan sebagai tempat untuk meminum kopi. Toko dengan keunikan bangunannya yang sudah tua sering kali dikunjungi oleh pemuda/pemudi untuk sekedar santay di sore hari menghabiskan waktu atau berkumpul bersama teman-teman dan keluarga di akhir pekan. Toko tersebut tidak hanya menawarkan kopinya yang khas tapi juga kenyamanan dan fasilitas yang menarik minat pengunjung khususnya pemuda. Fasilitas yang ditawarkan tersebut adalah hiburan live music pada hari-hari tertentu, dan fasilitas wifi gratis. Di Margo city merupakan mall yang sangat sesuai untuk kebutuhan dan pas untuk kantong pengunjungnya khusunya mahasiswa. Indonesia yang merupakan negara yang mayarakatnya konsumtif, jika ditawarkan oleh berbagai produk atau jasa-jasa terbaru yang mendukung gaya hidup mereka pasti akan menjadi pasar yang terbaik bagi para pengusaha. Dan sepanjang jalan margonda merupakan lokasi pasar yang baik untuk para pengusaha.

Minggu, 04 Januari 2015

Sharia Economist Camp

            Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Jabodetabek pada tanggal 3-4 januari 2015, menyelenggarakan Sharia Economist Camp (SEC) di STEI Tazkia, Sentul, Bogor. Acara yang diikuti oleh anggota-anggota muda kelompok studi ekonomi Islam (KSEI) yang ada di jabodetabek ini mengangkat tema “Pembumian karakter ekonom rabbani dalam pembentukan generasi madani”.
               SEC terselenggara atas inisiatif alumni dari Sharia Economist Training (SET) 2013. Inisiatif ini timbul saat ide untuk menghapus acara rutinan SET dihapuskan, karena SET yang tujuan awalnya untuk memberikan fasilitas kepada KSEI yang belum mampu menyelengarakan Diklat Ekonomi Islam (DEI)  di KSEI-nya, dan sebagai wadah untuk bersilaurahmi anatar KSEI di pandang dengan sudut  pandang yang berbeda oleh sebagian orang. Akhirnya agar silaturahmi antar KSEI tetap terjaga, alumni SET 2013 pun berinisiatif menyelenggarakan acara yang mampu menjadi wadah para KSEI untuk saling bersilaturahmi yaitu SEC dengan konsep yang sedikit berbeda dari acara tahunan FoSSEi yaitu SET. Alumni SET 2013 yang sebagai panitia hanya memiliki waktu satu bulan untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin untuk kelancaran acara selama dua hari.
             Peserta SEC terdiri dari 85 peserta akhwat dan 31 peserta ikhwan. Dari seluruh peserta di bagi menjadi beberapa tim, dimana tiap timnya mendapat mentor yang akan membimbing peserta selama 2 hari. Selain mendampingi peserta, para mentor juga menjelaskan arti KSEI dan FoSSEI bagi para ekonom rabbani, agar ekonom rabbani dapat berjalan beriringan dalam menegakan ekonomi Islam di Indonesia. Peserta SEC yang berasal dari berbagai KSEI ( Kelompok Studi Ekonomi Islam ) dikumpulkan dan diharapkan dapat saling bertukar akan perkembangan masing-masing KSEI. Tujuan dari acara ini adalah supaya terjadi penguatan antar KSEI sehingga mahasiswa semakin sadar akan urgensi ekonomi syariah.
                Pada acara SEC ini peserta mendapatkan beberapa materi dan melakukan diskusi panel. pada hari pertama materi di bawakan oleh Bapak Ali Sakti, beliau membawakan materi mengenai karakter ekonom rabbani dan generasi madani. Dengan penuh semangat yang membara beliau membakar semangat kami untuk terus sabar dan menjadikan semua ujian dalam langkah ini sebagai hiburan yang membuat kita tetap dan yakin inilah jalan yang telah dipilihkanNya.