Minggu, 27 Oktober 2013

Kemiskinan

            Kemiskinan adalah salah satu permasalahan besar yang dihadapi oleh Indonesia. Kemiskinan ini akibat dari rendahnya pendidikan masyarakat dan kurangnya lapangan pekerjaan . karena lapangan pekerjaan saat ini standarnya rata-rata hanya menerima sarjana. Sedangkan untuk sampai ke bangku pendidikan yang lebih tinggi masyarakat sudah tak mampu , biaya pendidikan di negeri ini terlalu tinggi untuk di nikmati.
              Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin per Maret 2013 mencapai 28,07 juta atau 11,37 persen dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut mengalami penurunan 0,52 juta dibandingkan dengan penduduk miskin per September 2012 sebesar 28,59 juta (11,66) persen. 
            Beberapa faktor penyebab turunnya angka kemiskinan antara lain inflasi berdasarkan komponen umum secara kumulatif relatif rendah, upah harian nominal buruh tani dan bangunan yang meningkat serta stabilnya harga beras. 
          Secara keseluruhan garis kemiskinan meningkat dari Rp 259.520 per kapita per bulan pada September 2012 menjadi Rp 271.626 per kapita per bulan pada Maret 2013. 
Selama periode September 2012-Maret 2013, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0,18 juta orang (dari 10,51 juta pada September 2012 menjadi 10,33 juta pada Maret 2013).
             Sedangkan di daerah pedesaan berkurang 0,35 juta (dari 18,09 juta pada September 2012 menjadi 17,74 juta pada Maret 2013). Berturut-turut, pada 2009, BPS mencatat jumlah penduduk miskin 32,53 juta atau 14,15 persen, kemudian pada 2010 31,02 juta atau 13,33 persen, Maret 2011 30,02 juta atau 12,49 persen, September 2011 29,89 juta atau 12,36 persen dan Maret 2012 29,13 juta atau 11,96 persen. 
            Sungguh miris melihat kenyataan ini, meraka siang malam di jalanan hanya untuk mencari makan sehari-hari , tanpa bisa melakukan hal lebih , semua serba terbatasi . tempat untuk di singgahi pun tak ada, hanya ada kolong-kolong jembatan yang jadi atapnya . sedangkan kita yang sudah tercukupi terkadang lalai, bahkan seakan menutup mata dan tak menyadari bahwa di luar sana ada saudara kita yang sedang menangis, tak dapat makan , tidur dan belajar dengan baik.
lalu dimana peran pemerintah melihat kenyataan ini ?
            Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah telah melakukan sinergi antara Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) untuk mengurangi tingkat kemiskinan. MP3EI bertujuan mengurangi ketimpangan antarwilayah dan MP3KI mengurangi ketimpangan antar masyarakat. "Jadi disinergikan dan tentu ada efeknya," kata Hatta.
          Untuk mensejahterakan masyarakat di negeri ini , atas dasar keperdulian dan solidaritas tinggi ada beberapa komunitas social yang dengan sengaja membentuk sebuah perkumpulan untuk memberikan pendidikan, minimal bisa membaca dan menulis , agar masyarakat yang tak mampu mengenyam bangku pendidikan tidak menjadi bodoh karena buruknya perekonomian dan bahkan diharapkan mereka nanti bisa memperbaiki perekonomiannya.

Sumber :
·         http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/13/08/16/mrlufi-pengentasan-kemiskinan-masih-jadi-prioritas-pemerintah
·         kadocintaindah.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar