Selasa, 23 Desember 2014

Industri Kreatif

Indonesia dalam hal perdagangan masih sangat tergantung pada barang-barang impor, misalnya tekstil yang diimpor dari luar negeri meskipun sebenarnya kebanyakan dibuat di dalam negeri. Indonesia memiliki masalah dalam hal pengolahan dalam sehingga barang yang harusnya di olah dalam negeri harus dijual keluar negeri dengan harga murah dan setelah diolah dijual kembali ke dalam negeri dengan harga yang mahal.

Industri kreatif dianggap sebagai inovasi baru pada suatu usaha. Namun, pandangan masyarkat indonesia terhadap industri kreatif sejauh ini masih hanya sebatas pada kerajinan tangan, pakaian, makanan, dan seni musik. Sedangkan jika dibandingkan dengan negara lain, industri kreatifnya sudah sangat luas seperti pada inovasi teknologi dan keunikan design interior. Kantor-kantor yang ada diluar negeri lebih memberikan kenyamanan karena di design mengikuti kebiasaan pegawai sepertinya design dalam sebuah cafe dan lain sebagainya. Jadi, sesungguhnya industri kreatif tidak hanya sebatas pada kerajinan tangan, makana, pakaian, kesenian, tapi juga teknologi, design arsitektur dan juga ide-ide kreatif.

Di Indonesia, baik jenis, nama, dan pemasaran produknya dibuat semenarik mungkin. misal, pada kemasan produk dijelaskan manfaat produk atau histori dari produk tersebut. Di Surabaya, ada perkumpulan para pelaku industri kreatif, komunitas tersebut sering mengadakan diskusi dan mengadakan pameran produk-produk yang diciptakan. Meskipun yang dihasilkan masih meniru produk yang sudah ada, tapi setidaknya pelaku industri di Indonesia sudah mencoba menciptakan sesuatu yang baru.


Indonesia sumbangan pendapatan dari sektor micro finance sebenarnya cukup besar. Namun para pelaku usaha kebanyakan terhambat oleh minimnya modal. Karena kurangnya dukungan pemerintah dalam hal dukungan modal maupun sosialisasi. Sosialisasi disini simaksudkan agar semakin banyak orang yang tertarik terhadap industri kreatif dan industri kreatif yang sudah ada menjadi lebih berkembang lagi hingga dapat melakukan ekspor ke luar negeri. Namun, dengan adanya SMESCO  industri kreatif dipermudah pergerakannya dan ada beberapa bank juga yang memberi  kemudahan kepada para pelaku usaha khususnya mahasiswa untuk mengembangkan usahanya dengan cara memberikan beasiswa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar